Minggu, 15 Mei 2011

ANemia pada Ibu Hamil


ANEMIA PADA IBU HAMIL
OLEH : RIZKI SAHARA 


1. Pengertian ANEMIA
Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar Hb dibawah 11gr% pada trimester I atau II atau kadar Hb<10,5 gr% pada trimester II. Nilai batas tersebut dan perbedaan dengan kondisi wanita tidak hamil terjadi karena homodilusi, terutama pada trimester II.
Faktor pre diposisi
-Kekurangan gizi
-Perhatian yang kurang terhadap ibu hamil
Penyebab:
-Kurang zat besi dalam diet
-Malabsorbsi
-Kehilangan darah banyak
-Penyakit kronis
2        Patofisiologis
Pada umumnya cadangan zat besi pada wanita itu kurang, disebabkan karena kehilangan darah setiap bulan pada waktu haid. Pad wanita yang hamil cadangan ini akan berkurang lagi karena kebutuhan janin akan zat besi sangat besar, juga bertambahnya volume darah-menurunkan Hb-anemia.
Tanda dan gejala:
-Pucat
-Cepat lelah
-Sering pusing
-Mata berkunang-kunang
-Pada hamil muda keluhan mual-muntah lebih hebat
1.      Anemia defisiensi besi
n  Anemia akibat kekurangan besi.
n  Kekurangan ini disebabkan karena
            kurang masuknya unsur besi dalam makanan
-      Gangguan resorpsi
-      perdarahan
  1. Tanda dan gejala:
n  memiliki rambut yang rapuh dan halus serta kuku tipis,rata, dan mudah patah
n  lidah tampak pucat, licin dan mengkilat, berwarna merah daging, stomatitis angularis, pecah-pecah disertai kemerahan dan nyeri sudut mulut.
  1. ciri-ciri anemia defisiensi besi
n  mikrositosis
n  hipokromasia
n  anemia ringan tidak selalu menimbulkan ciri khas bahkan banyak yang bersifat normositer dan normokrom
n  kadar besi serum rendah
n  daya ikat besi serum meningkat
n  protoporfirin meningkat
n  tidak dtemukan hemosiderin dalam sumsum tulang.
n  Keperluan zat besi untuk wanita hamil, non-hamil dan dalam laktasi
n  FNB Amerika Serikat (1958) : 12 mg-15mg-15mg
n  LIPI Indonesia (1968) : 12mg-17mg-17mg
  1. Terapi
n  Peroral : sulfas ferasus ata glukonas ferosus denan dosis 3-5x0,20 mg (1tablet/hr)
n  Parenteral : diberikan bila ibu hamil tidak tahan pemberian peroral atau absorbsi di saluran pencernaan kurang baik, kemasan diberikan secara intramuskuler atan intravera. Kemasan ini antara : imferon, jectofer dan ferrigen.
n  Hasil lebih cepat dari pada peroral.
  1. Pencegahan
n  Didaerah yang frekuensi kehamilan yang tinggi sebaiknya setiap wanita hamil diberi SF 1tablet /hr
n  Selain itu juga anjuran untuk mengkonumsi makanan yang mengandung banyak protein dan sayuran yang mengandung banyak mineral dan zat besi
2.   Anemia megaloblastik
Disebabkan karena
n  Kekurangan asam folik
n  Kekurangan Vit B12
n  Malnutrisi dan infeksi yang kronik
     Pengobatan
n  Asam Folik 15 – 30 mg per hari
n  Vit B12 3x1 tablet per hari
n  Sulfas Ferosus 3x1 tablet per hari
n  Pada kasus berat dan pengobatan per oral hasilnya lamban maka dapat diberikan
Pencegahan
n  Pada dasarnya asam folik tidak diberikan secara rutin, kecuali didaerah-daerah dengan frekuensi anemia megaloblastik yang tinggi
n  Jika pengobatan dengan besi saja tidak cukup maka unsur besi harus ditambah dengan asam folik
3.   Anemia hipoplasti (8,0%)
n  Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang belakang, membentuk sel-sel darah merah baru.
     Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan :
n  Darah tepi lengkap
n  Pemeriksaan fungsi sternal
n  Pemeriksaan retikulosh
Penyebab
n  Penyebab belum diketahui pasti, kecuali yang disebabkan oleh infeksi berat (sepsis), keracunan, dan sinar rontgen atau sinar radiasi
Pengobatan
n  Terapi dengan obat-obatan tidak memuaskan mungkin pengobatan yang paling balik yaitu transfusi darah yang yang perlu sering diulang.
4.   Anemia Hemolitik ( sel sickle )
n  Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya.

Ini dapat disebabkan oleh :
n  faktor intrakorpuskoler : dijumpai pada anemia hemolitik, heriditer, talasemia, anemia sel sitkle (sabit), hemoglobinopati C,D,G,H,I dan paraksimal noktural hemoglobinuria.
n  Faktor ekstrakorpuskoler : disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam dan dapat beserta obat-obatan : leukimia, penyakit hodgkin,dll.
Gejala utama
n  Anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah
n  Kelelahan dan kelemahan
n  Gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital
Pengobatan
n  Bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini tidak memberi hasil. Maka transfusi darah yang berulang dapat membantu penderita.
n  Diagnosis anemia dalam kehamilan untuk menegakkan diagnosis anemia dalam kehamilan dapat dilakukan dengan:
1. Anamnese
2. Pemeriksaan Hb
- Pada anamnese akan didapatkan keluhan-keluhan seperti tersebut diatas
- Pemeriksaan Hb dapat dilakukan dengan alat Hb sahli

Pengaruh anemia pada kehamilan dan janin
a. Bahaya selama kehamilan
   - Dapat terjadi karena abortus
   - Persalinan prematur
   - Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
   - Mudah terjadi infeksi
   - Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
   - Mola hidatidosa
   - Hiperemesis gravidarum
   - Perdarahan antepartum
   - Ketuban pecah dini
b. Bahaya saat persalinan
    - Gangguan his mempengaruhi kekuatan mengejan
    - Kala I berlangsung lama dan terjadi partus terlantar
    - Kala II berlangsung lama
    - Dapat terjadi perdarahan post partum dan atonia uteri
c. Bahaya pada saat nifas
   - Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahan PP
   - Memudahkan infeksi puerperium
   - Pengeluaran ASI berkurang
   - Terjadi decompensasi cordis mendadak PP
   - Anemia kala nifas
   - Mudah terjadi infeksi mamae
d. Bahaya terhadap janin
   - Abortus
   - Terjadi kematian intra uteri
   - Persalinan prematur tinggi
   - Berat badan lahir rendah
   - Kelahiran dengan anemia
   - Dapat terjadi cacat bawaan
   - Bayi mudah terkena infeks
   - Ancaman decompensasi cordes (Hb<6gr%)
   - Mola hidatidosa
   - Hiperemesis gravidarum
   - Perdarahan antepartum
   - Ketuban pecah dini
b. Bahaya saat persalinan
   - Gangguan his mempengaruhi kekuatan mengejan
   - Kala I berlangsung lama dan terjadi partus terlantar
   - Kala II berlangsung lama
   - Dapat terjadi perdarahan post partum dan atonia uteri
c. Bahaya pada saat nifas
    - Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahan PP
    - Memudahkan infeksi puerperium
    - Pengeluaran ASI berkurang
    - Terjadi decompensasi cordis mendadak PP
    - Anemia kala nifas
    - Mudah terjadi infeksi mamae
d. Bahaya terhadap janin
    - Abortus
     - Terjadi kematian intra uteri
     - Persalinan prematur tinggi
     - Berat badan lahir rendah
     - Kelahiran dengan anemia
     - Dapat terjadi cacat bawaan
     - Bayi mudah terkena infeksi
           - Intelegensia rendah
      Penanganan
      - Terapi anemia defisiensi besi ialah dengan preparat besi oral atau par interal
      - Terapi peroral ialah dengan preparat besi, fero sulfat, fero glukonat atau Na fero
        bisitrat
     - Pemberian frefarat 60mg/hari dapat menaikkan Hb sebanyak 1 gr/bulan
     - Efek samping terakhir gastro intestinal relatif kecil pada pemberian fero bisitrat
     - Kini program nasional menganjurkan kombinasi untuk profilaksis anemia
     - Pemberian preparat par enteral
     - Pemberian par enteral ini mempunya indikasi:
     * Intoleransi besi pada waktu gastro intestinal
     * Anemia yang berat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar